Upacara Pembukaan Khutbatul Iftitah KMI ASSALAM PUTRA 2021


Momen Perkenalan santri atau Khutbatul Iftitah di KMI ASSALAM adalah salah satu momen tahunan yang paling ditunggu-tunggu. Hari di mana para santri baru akan mendapatkan gemblengan/khutbah perkenalan. Sesuai dengan pepatah, "Tak kenal maka tak sayang", maka para santri baru diperkenalkan pondok pesantren untuk meluruskan dan memantapkan niatnya dalam menimba ilmu.


Hari ini, Rabu 14 Juli 2021 diselenggarakan upacara pembukaan Khutbatul Iftitah di KMI ASSALAM PUTRA. Acara diawali dengan nyanyian Himne Oh Pondokku dan Mars ASSALAM Tiga Bahasa. Pembukaan acara tersebut terasa hikmat dengan lantunan lagu yang di bawakan oleh para santri.


Setelah itu acara dilanjutkan dengan gemblengan dari KH. Yunan Jauhar S. Pd. M. Pd. I. Gemblengan tersebut bertujuan untuk yang menggugah para santri. Beliau berpesan kepada seluruh santri khususnya kepada santri baru agar jangan seperti kera makan manggis, dan jangan seperti orang yang baru naik kereta. Maksudnya adalah, jangan seperti kera yang salah paham dengan manggis. Ketika kera menggigit kulitnya ia merasakan pahit yang teramat sangat sehingga langsung membuangnya. Padahal kera tidak tahu isi manggis yang manis dan segar. Begitu pula dengan orang yang baru pertama kali naik kereta, ia berteriak sekencang-kencangnya karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.  Maksud dari perumpamaan tersebut adalah jangan melihat pondok pesantren dari satu sisi saja. Jangan melihat yang tidak enaknya saja (seperti antri mandi, antri makan dan lain-lain). Tetapi lihatlah sisi positifnya juga, di pondok kita belajar tirakat, belajar bersabar, belajar untuk siap dipimpin dan siap memimpin. Karena semua yang ada di dalam pondok adalah pendidikan dan perbaikan.  Hal itu juga sesuai dengan semboyan pondok yang berbunyi:

إن أريد إلا الإصلاح

"Yang saya lakukan tidak lain hanyalah untuk perbaikan"


Selain itu para santri juga dididik untuk meyakini bahwa, "Kurang pintar itu bukan aib, tapi kalau kurang adab barulah disebut aib"


Karena sering sekali kita menyaksikan orang yang berilmu namun tidak beradab hingga menimbulkan kehancuran di mana-mana. Nasehat ini sangat selaras dengan dawuh Alm. KH. Abdul Muhaimin Tamam yang berbunyi, _"Ojo dadi wong pinter tapi keblinger, dadio wong pinter tur bener"_


Banyak sekali orang yang mengira bahwa kejayaan dan kesuksesan itu berupa kekayaan dan kesuksesan materi. Padahal seyogyanya kejayaan dan kesuksesan abadi sesungguhnya adalah kejayaan di negeri akhirat nanti. "Jika orientasi masuk ke KMI ASSALAM hanya untuk mendapatkan gelar, pangkat, kekayaan, jabatan dan lain sebagainya maka nilai-nilai hidupmu akan murah! " 


KH. Yunan Jauhar S. Pd. M. Pd. I atau lebih dekat disebut Abah juga mempersilakan para santri baru untuk menangis sekuat-kuatnya, sejadi-jadinya, sekencang-kencangnya, asal tidak meminta pulang. Karena hakikatnya para santri baru sudah dipilih dan diselamatkan Allah lewat pembelajaran di Pondok Pesantren ASSALAM. 


 _Al barakah fil harakah_, keberkahan itu timbulnya dari pergerakan, perjuangan, dan pengorbanan. Jangan melulu memikirkan keuntungan, tapi pikirkanlah kemanfaatan apa yang bisa diberikan kepada Pondok Pesantren tercinta. Karena, "Jika kamu hanya menginginkan keuntungan kamu sama halnya dengan sampah perjuangan"


Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Nur Ghozi dan diakhiri dengan penampilan komedi sulap yang mencairkan suasana.

No comments:

Post a Comment