ARENA GEMBIRA KMI ASSALAM PUTRA


    Delapan  tahun sudah santri putra dipisah dengan santri putri. letak lokasi pemisahan tersebut tidak jauh dari lokasi pondok putri, tepatnya di desa Punggur Bangilan Tuban. Pemisahan antara santri putra dan santri putri merupakan salah satu cita dari Almarhum Abah Mohaimin Tamam yang sejak dulu sudah direncanakan dengan apik. Tahun ini peringatan 3 September digabungkan dengan acara Arena Gembira.


     Arena Gembira sendiri merupakan salah satu acara tahunan santri putra yang bertujuan untuk menggali bakat serta kekereatifan para santri. Arena Gembira bukan hanya sekedar pementasan seni, tetapi adalah bagian dari pendidikan bagi santri Karena panitia dari kelas V KMI dituntut untuk bisa mengatur panggung, mengatur acara, mengatur pencahayaan dan mengatur sound system dan yang paling susah adalah mengatur adik-adiknya agar disiplin latihan.

“Arena gembira adalah bagian dari pendidikan santri, di dalamnya ada pendidikan keikhlasan, Ikhlas dalam melatih dan ikhlas dilatih. Ada pendidikan Kesederhanaan, ada pendidikan kemandirian dan ada juga pendidikan Ukhuah Islamiyah serta pendidikan kebebasan dalam berkreatifitas. Bisa dibayangkan acara sebesar ini diatur oleh siswa kelas V KMI yang usianya masih sangat muda namun dituntut untuk mampu bertanggung jawab melaksanakan kegiatan besar” 



     Tepat pada  tanggal 3 September, peringatan hari jadi pondok putra sekaligus acara Arena Gembira serta dilaksanakan. Pra acara diisi oleh grup hadroh ASSALAM, kemudian MC membuka acara sekitar pukul 20.00 malam. Suasana pada malam itu tampak begitu ramai, halaman pondok dipenuhi oleh para tamu undangan dan para penonton.

    Acara Arena Gembira tahun ini ternyata banyak mendapat sorotan dari beberapa kalangan. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya penonton yang hadir. Tidak hanya dari pihak ustadz dan ustadzah saja yang hadir, namun juga banyak masyarakat sekitar dan wali santri yang ikut hadir. Mereka datang dengan sendirinya tanpa adanya undangan resmi. Banyak juga dari mereka yang mengapresiasi acara Arena Gembira. Mulai dari dekorasi panggung, penampilan dan beragam karya seni yang di pamerkan. 



     Adapun puncak dari acara Arena Gembira yaitu pergelaran seni para santri. Ada berbagai penampilan yang mereka persembahkan, diantaranya adalah: grand opening, barongsai dan AGT (ASSALAM gymnastik), drama kolosal, pantonim dan dance, drama puisi, dan tari sufi. Semua itu adalah hasil dari kekreatifan para santri yang sudah mereka persiapkan jauh-jauh hari.

    Tidak hanya itu, para panitia juga menyediakan 3 spot foto yang mereka desain sendiri. Mereka memilih tema tanaman, musik dan otomatif lama yang diletakkan di setiap sudut kelas. Selain itu juga ada pameran karya seni tulis gambar dan barang bekas yang dihasilkan dari ide mereka sendiri.



     “Kami sadar bahwa dalam proses belajar ini banyak membutuhkan fikiran, biaya dan juga tenaga. Tapi alhamdululillah mereka rela, siap dan senang hati walaupun persiapan Arena Gembira 2022 ini harus dilaksanakan diluar jam belajar, sehingga banyak waktu mereka yang tersita. Oleh karena itu, kami bersama ustadz terkadang juga harus mengarahkan, terkadang juga harus siap mendampingi” Ujar Ustadz Sutrisno sebagai wakil direktur Pondok Pesantren ASSALAM.



    Arena Gembira memang salah satu bagian dari proses belajar yang tidak mungkin didapatkan didalam kelas. Belajar bagaimana mereka berorganisasi, bertanggung jawab, memahami dalam satu tim untuk mewujudakn sebuah karya. Acara Arena gembira ini bukan hanya sekedar hiburan belaka disela-sela padatnya aktifitas pondok. Tapi juga memuat pendidikan didalamnya. Karena sebagai seorang santri perlu adanya momen untuk mengenang, berfikir dan bisa mendalami tujuan dan apa yang ada di ASSALAM, sehingga bisa melanjutkan perjuangan dan cita beliau.



    Selain itu juga sebagai wadah penyebaran minat dan bakat santri agar semakin terekspos. Acara Arena Gembira diakhiri dengan pembagian Hadiah. Kemudian ditutup dengan do'a oleh Kiyai Masruh Pengasuh Pondok Daruttholibin Blog Agung Bamban Sidodadi. Dan acara yang terakhir yaitu ramah tamah bersama ustadz ustadzah. (NRA)

No comments:

Post a Comment